You are now being logged in using your Facebook credentials

Ketoprak "Kyai Buyut" Oleh Grup Jampi Puyeng

KyaiBayutWeb

RRI-Jogja News/ L--09, Grup Ketoprak Jampi Puyeng pimpinan Joni Gunawan dan Y. Suntono dari Yogyakarta, menggelar lakon "Kyai Buyut" di Tembi Rumah Budaya Jl. Parangtritis KM 8.5 Sewon, Bantul, menampilkan sutradara Angger Sukisno.

Pentas tersebut menceritakan percintaan antara Jaka Paran, pemuda tampan anak janda miskin bernama Raminten dengan Rara Kitri, gadis ayu putri Demang Kramadigda yang kaya raya.

Ki Demang Kramadigda merasa iri tatkala sahabatnya Natayuda diangkat menjadi Adipati di Kadipaten Bagelen. Disaat Kadipaten Bagelen ingin menggelar upacara jamasan, tiba-tiba keadaan menjadi heboh dengan hilangnya tombak pusaka Kyai Buyut, milik Ngarsa Dalem yang dititipkan kepada Adipati Natayuda.

Hilangnya senjata pusaka itu bersamaan dengan timbulnya huru-hara pertentangan antara Sang Adipati dengan pemuda Purwadadi bernama Jaka Tunggul, yang menuntut janji Sang Adipati untuk menikahkan puterinya dengan dirinya.

Raminten yang miskin rela menerima cinta Wiro Gober asal bersedia membiayai pernikahan anaknya Jaka Paran dengan Rara Kitri. Namun suasana menjadi kacau ketika Demang Kramadigda mengumumkan sayembara akan menikahkan anak perempuannya dengan lelaki yang bisa menemukan Tombak Kyai Buyut yang hilang, yang ternyata tombak pusaka itu dicuri oleh Wiro Gober.

Menurut Angger Sukisno, kisah tersebut sudah ada sejak masa pemerintahan Paku Alam I yang kemudian dia olah dengan humor dan dialog segar dengan maksud untuk menarik perhatian penonton agar tidak jemu.

Atas dasar pengalaman pentas para pemain Ketoprak Jampi Puyeng sejak tahun 2005, maka dialog-dialog lucu mengalir begitu saja menyertai cerita yang diangkat, bahkan terkadang terjadi interaksi dengan penonton secara spontan.

Menururt Angger, disetiap pementasan sering muncul improvisasi dari para pemain, karena dirinya hanya menuturkan cerita singkat, tanpa naskah dialog dan lakon "Kyai Buyut" tersebut mengandung pesan moral, ada kebaikan dan keburukan, ada kejujuran dan kesalahan sehingga terlontar pesan kuat "Sing Salah Seleh".

 

Dengarkan Podcast Berita :

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Share selected track on FacebookShare selected track on TwitterShare selected track on Google PlusShare selected track on LinkedIn

Login

Login With Facebook

info.anda

Politik

Demokrat Akan Cermat Berkoalisi RRI-Jogja News/L-14, Setelah mengetahui perolehan suara di Pemilu Legislatif yang tidak lagi besar, Partai Demokrat kini tidak lagi menjadi magnet atau poros utama koalisi untuk Pemilu Presiden Juli mendatang. Hal tersebut diakui langsung oleh Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Roy…

Seni dan Budaya

Perupa Jakarta Sinta Carolina Pameran Di I AM Nagan Lor Yogyakarta RRI-Jogja News/L-09, Pameran Tunggal Sinta Carolina bersama Kurator Ignatia Nilu dengan Malam Pembukaan Jum'at, 11 April 2014 | 19.30 wib oleh Aisyah Hilal dan Performance bersama Pulung Fadjar & Satya Prapanca. Perasaan bersalah yang telak adalah kesunyian itu sendiri, tidak ada imaginasi…

Hukum

UU Narkotika Perlu Direvisi RRI-Jogja News/L-14, Revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kini sudah dipandang mendesak, mengingat banyak bermunculannya jenis zat baru narkotika yang beredar di Indonesia. "Setidaknya terdapat 26 zat baru narkotika yang masuk dan beredar di Indonesia. Zat-zat…

Teknologi

Kampanye Memberantas Buta Internet Di Indonesia RRI-Jogja News/L-09, Telkomsel meluncurkan inisiasi gerakan “Indonesia Genggam Internet”, yang mengajak langsung keterlibatan para pelanggan untuk ikut aktif memberantas buta internet (Bunet) di Indonesia. Program yang berjalan hingga akhir tahun 2014 diharapkan mampu mempercepat…